← Kembali ke Daftar Materi / Etnomatematika Kota Lama
🏛️ Etnomatematika Kota Lama

Tabung & Setengah Bola: Etnomatematika Kubah Gereja Blenduk

Mengungkap rahasia geometri di balik kubah besar tembaga Gereja Blenduk Semarang melalui rumus bangun ruang sisi lengkung (tabung & setengah bola).

Etnomatematika Kubah Gereja Blenduk

Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) yang dibangun pada tahun 1753 adalah ikon utama kawasan Kota Lama Semarang. Nama Blenduk berasal dari dialek Jawa yang berarti menggelembung/membulat, mencerminkan bentuk atap kubahnya yang unik.


1. Dekonstruksi Geometri Kubah

Secara geometris, kubah megah Gereja Blenduk tersusun dari gabungan dua bangun ruang sisi lengkung:

  1. Bagian Atas (Kubah Utama): Bangun ruang Setengah Bola (Hemisfer) dengan radius r.
  2. Bagian Bawah (Drum Penyangga): Bangun ruang Tabung (Silinder Pendek) berongga dengan radius alas r dan tinggi t.

2. Rumus Bangun Ruang Sisi Lengkung

A. Setengah Bola (Kubah Atas)

  • Luas Permukaan Kubah Luar: L_kubah = 2 × π × r²
  • Volume Udara Kubah: V_kubah = (2/3) × π × r³

B. Tabung Penyangga (Drum Bawah)

  • Luas Selimut Tabung: L_selimut = 2 × π × r × t
  • Volume Tabung: V_tabung = π × r² × t

C. Total Volume Gabungan Kubah

V_total = V_kubah + V_tabung = (2/3)πr³ + πr²t = πr²((2/3)r + t)